Showing posts with label My LIFE. Show all posts
Showing posts with label My LIFE. Show all posts

Tuesday, 19 August 2014

Miss The Old Days

Sering merasa menjadi seseorang yang beda ? Atau merasa lingkunganlah yang perlahan berubah. Keduanya mungkin benar. Semua orang dan semua hal berubah. Haha it's funny. Saya bukan tipikal orang yang punya rasa percaya diri tinggi, sampai foto-foto lama atau baru pun yang menurut saya 'engga deh', pasti langsung di hapus, yahh kalo agak sayang paling di hide, dan gak pernah mau di show up. I don't know, hari ini tiba-tiba pengen lanjut ngebenahin file yang acak-acakan, dan terbesit di pikiran tentang ngobrak abrik foto-foto lama. Well then, hasilnya ada cukup banyak foto-foto yang menunjukan betapa alaynya saya tempo dulu hahahah *lol. 

Sambil mencoba untuk mengorek kembali kenangan dan luka lama. Satu hal yang saya tambah yakin adalah, memang masa remaja dan masa-masa sekolah adalah masa paling menyenangkan dan sulit dilupakan, benar apa kata orang. Di masa itu, rasanya semangat bisa berkali-kali lipat bertambah setiap hari, tanpa kenal rasa capek, apapun dengan senang hati dikerjakan. Beda jauh dengan sekarang. Sekarang lebih banyak malesnya. Serasa bukan saya. Sampai pada akhirnya beberapa saya iseng posting di media sosial. Itung-itung menunjukan, betapa berbedanya saya yang dulu dan yang sekarang.

Kalau bisa memilih, ingin sekali rasanya kembali seperti dulu. Si kreatif tanpa aturan. Dan bisa berjumpa kembali dengan mereka yang telah lebih dulu mendahului saya ke surga. Semoga tenang disana kawan-kawan. God bless you :) Tapi masalahnya, sudah tidak ada jalan kembali, ada batu-batu besar menghimpit di kedua kaki, sedang rantai dan kerangkeng lainnya mengelilingi sekitar diri. Am I really different now ? God know what I mean.

#MissTheOldDays :')

Wednesday, 7 May 2014

Bekerja untuk PEKERJAAN

Are you an intruder ? I hate intruder, saya tidak suka diganggu saat sedang bekerja. Well, everyone just the same. Tapi siapa yang mau peduli perihal seperti itu, toh that’s all my matters. 

Kehidupan dan gangguan itu berbanding lurus, gak ada salah satu yang ketinggalan. Gangguan selalu ada dalam hidup. Dalam hidup, selalu ada hal-hal yang mengganggu. Sekolah, kuliah, kerja, sebenarnya hal-hal seperti itu merupakan bentuk dari gangguan, menurut saya. Iya kan, toh seharusnya hidup itu jalani dengan enak, nyaman, nikmati hidup, gak ada beban, harusnya. Tapi untuk mencapai semua itu, harus melalui gangguan-gangguan dulu kan ? Ya itu tadi. Gangguan yang membuat lelah, sekolah, kuliah, kerja, kerja dan kerja.

Baru 18 tahun saya hidup, tapi sejak lahir sudah diajarkan untuk bekerja. Ironis, bukan hanya saya tentunya. Semua orang juga begitu, sejak lahir sudah diajarkan untuk bekerja. Beberapa waktu sesudah lahir, kita sudah diajarkan, atau ‘diharuskan’ untuk bisa merangkak, duduk, berjalan, berlari, bicara, yang semua itu nantinya adalah bekal untuk mencari pekerjaan.

Masuk ke sekolah TK, SD, SMP dan SMA, kita kembali bekerja untuk mencapai sebuah imbalan, pekerjaan baru à kuliah atau kerja. Pada saat kuliah, kita juga sama, bekerja lebih keras, persaingan lebih bebas, lebih ketat, tapi semuanya sama, bekerja untuk mendapat pekerjaan baru à bekerja di dunia kerja (asli). Naik pangkat. Setelah itu, aka nada banyak pekerjaan baru dan kita masih dituntut untuk bekerja dengan keras agar naik pangkat (lagi). Kali ini pekerjaan baru yang kita tuju adalah untuk mencapai posisi hidup layak, jabatan sebagai orang sukses dan dapat menikmati hidup. Tapi masih belum bisa santai, masih ada pekerjaan lagi. Kita bekerja untuk menghidupi banyak orang, keluarga. Setelah semua itu, di ujung kehidupan yang renta, barulah kita mulai bekerja untuk belajar yang sesungguhnya.

Belajar dari kesalahan, pengalaman hidup dari sejak lahir sampai sekarang. Belajar bagaimana sesungguhnya menghargai dan menjalani hidup. Belajar bersabar untuk mencpai sebuah target. Lucu, sepanjang hidup menjalani kehidupan sebenarnya waktu kita dihabiskan untuk bekerja. Bekerja demi mendapatkan sebuah pekerjaan baru, yaitu pekerjaan lain.

Monday, 3 March 2014

Experience

Ketika kita merasa sedang ada di zona "malas tingkat tinggi", lazy syndrom, atau apalah namanya, rasanya itu.. seperti anak TK yang harus mengulang pelajaran jarlistungnya walaupun katakanlah ia sudah mahir. Yang saya rasakan kurang lebih seperti itu. Saya suka nulis, musik, banyak hal yang saya suka. Cukup lama saya nulis artikel soal ini itu, cerpen, komik, ya meski itu semua "masih" dalam konteks konsumsi pribadi. Tapi belakangan ada hal yang agak ganjal. Rasanya ability dan semangat saya buat nulis itu perlahan turun, dunno. Belakangan, semakin banya saya melihat fakta, tapi semakin sulit juga saya ketika ingin menuangkannya dalam bentuk kata-kata. Kritikan dan ide yang muncul di kepala saya rasanya seperti tersumbat, susah keluar.

Cukup banyak hal yang telah saya tulis, dulu. Disini saya punya sebuah artikel bisnis yang saya ikutkan ke dalam lomba menulis artikel online, dan saya menang. Entah artikel ini baik atau sebaliknya, tai silahan di cek.

Kita bayangkan bisnis itu seperti menulis, ambilah contoh menulis  puisi. Tidak semua orang suka dan bisa menulis puisi, tapi semua orang bisa kalau hanya untuk membacanya. Bisnis penuh resiko, jangan kira menulis juga tanpa resiko, tetap saja ada. Setiap hasil dari sebuah tulisan pasti menghasilkan kontroversi, pro dan kontra. Tapi bagi orang yang benar-benar ingin menjadi seorang penulis, itu bukan masalah. Begitupun bisnis. Sekali anda masuk, maka masuklah. Jangan pernah ragu dan coba melirik bekas tapak kita di belakang dalam bisnis.
Bisnis kita gagal ? Jangan pernah mengeluh dan bertanya apa yang salah dengan bisnis yang kita jalankan, tapi tanyalah kesalahan apa yang telah dibuat orang yang menjalankan bisnis tersebut. Kesalahan dalam bisnis bukan hanya timbul karena bisnis yang dijalankan, tapi jangan lupa faktor pembisnisnya.Dalam hal ini, bukan berpikir cepat yang dibutuhkan, tapi berpikir pintar.
Bisnis itu seperti sudoku, sekalinya kita salah mengurutkan angka, pasti bukan hanya satu kolom angka yang harus kita hapus dan urut kembali, tapi banyak dan butuh waktu ekstra untuk memperbaiki urutan angkanya supaya benar, SABAR! Ingat, sekalinya kita berhasil, hasil tersebut pasti tidak akan mudah hilang, malah sebaliknya, jika kita serius, bisnis yang kita jalankan pastilah sukses besar.
Ada yang bilang kalau memulai bisnis dengan modal sedikit, maka hasil yang didapat akan sedikit pula, siapa bilang ? Memangnya dari mana asal pembisnis besar yang tersebar di seluruh dunia? Tidak sedikit dari pembisnis besar yang memulai dari coba-coba.
Tekun, kerja keras, disiplin dan penuh perhitungan.
Tekun itu bisa dalam artian anda serius dalam bisnis yang akan anda pilih, maka jalanilah, kalau anda tidak yakin, lebih baik berhenti. Sekalinya anda tidak yakin, saya jamin bisnis anda tidak akan lancar, maka yakinlah dalam pilihan anda, Guru saya pernah berkata, "Sekali kamu yakin dan punya pemikiran, maka peganglah itu! Jangan goyah dengan asumsi orang, itu tantangan, sejauh mana kamu bisa melangkah, tentukan sekarang!". Sampai sekarang saya mengingat dan selalu mencoba mempraktekannya di kehidupan saya, dan hasilnya, From Zero To HERO !
Kerja keras, anda tentu punya target ? Kalau target saya saat ini punya banyak uang hahah.. Ya, kejarlah target itu. Memang benar disini ’Talk Less DO MORE!’ itu diperlukan. Bukan kerja keras mulut anda yang sedikit-sedikit mengeluh tentang bisnis yang dijalankan, tapi kerja keras apa saja yang telah anda lakukan demi perkembangan bisnis anda. Kalau hanya punya keyakinan tanpa tindakan, lebih baik bermimpi saja jadi orang sukses.
Disiplin kerjalah kalau anda sudah punya niat dan tekad bulat. Lihatlah atlet, mereka berlatih keras demi fisik yang prima dan kuat, tapi sekalinya mereka berleha-leha dan tidak melanjutkan berlatih, itu artinya hancur, tentu kemampuan fisik akan kembali ke NOL dan harus dilatih ulang. Tadi sudah saya tulis, sekali anda masuk, maka masuklah.
Penuh perhitungan bukan berarti pelit. Tentu semua orang orang juga tahu bahwa dunia bisnis penuh resiko. Tapi resiko bisa menjadi tambang emas kalau anda memang benar-benar memperhitungkannya dengan seksama.
Apa kemampuan yang anda punya ? Apa yang anda sukai ? Apa yang bisa anda lakukan ? Maka itu bisa anda jadikan sebagai lahan bisnis anda. Mulai dari sekarang, mulaiah berpikir, apa yang bisa kita hasilkan untuk hidup ? Bukan apa yang hidup hasilkan untuk kita.
Kebahagiaan dan kesejahteraan yang bisa anda dapat kalau anda sukses dalam berbisnis tidak sedikit. Mulai dari sekarang, gunakanlah otak anda untuk berpikir, apa yang harus anda lakukan sekarang! Bukan apa yang harus anda lakukan nanti. Mulailah bisnis yang sesuai dengan anda, siapa yang akan tahu bahwa satu saat anda akan menjadi seorang pebisnis besar selanjutnya. Memulai bisnis tidaklah sulit, tapi ketakutan anda sendiri yang seringkali mempersulit jalan kesuksesan itu.

Yang berwarna ungu tua, itu tulisan saya, artikel pertama saya, kemenangan pertama saya. Nah setelah itu, rasanya menulis menjadi sebuah mood booster, seharusnya, tapi ini malah kebalikan, bingung. Sampai hari ini pun, saya sedikit sekali menulis tentang sesuatu. Sekedar menulis diary pun rasanya perlu putar otak sampai dirangsang dengan kopi. Nah lho, saya bingung -_____-"

Wednesday, 5 February 2014

THE IMPORTANT TIME

Perlahan tapi pasti, waktu keberadaan saya disini semakin terkikis, hanya tinggal menghitung hari. Lebih tepatnya, 2 hari lagi. Sekitar satu bulan yang lalu, pada saat saya menginjakan kaki kembali disini, mengawali masa libur semester gasal, rasanya.. wow! This gonna be a long holiday! That was I thought. But, so different with the reality. Waktu dengan amat sangat cepat bergulir, like I don't feel anything. Tapi ini sudah di ujung masa liburan, it's almost time to say goodbye, how sad.

Mungkin sudah menjadi suatu hal yang lumrah, jika seseorang apabila sudah ada di ujung suatu moment, akan sangat merasakan aura yang berbeda dari biasanya. Lebih tepatnya, suasana yang berbeda dari hari-hari dimana masa liburan masih di awal-awal atau pertengahan. It's really complicated for me. Baru terasa, sungguh sangat berat meninggalkan sesuatu hal yang dapat membuat kita nyaman, hal-hal yang sangat enjoylable dan sangat kita sukai. I was having fun back then. I did so many things, but now, rasanya kosong kembali. Sekarang si ruang kosong mulai diisi dengan kekhawatiran, takut, cemas, rasa tidak ikhlas mungkin, ya, dan perasaan berat meninggalkan tempat ini. This is my home, ironisnya saya baru merasakan that FEEL, pada saat saya mulai kuliah dan merantau jauh dari rumah. And that's it ! I feel that, I feel lost, empty.

I said that I did so many things, right ? Yes, indeed. Cukup banyak hal yang saya lakukan. Baik itu pribadi, bersama teman, keluarga atau bersama pacar. At last, everything was awesome! Cured me, from the loneless, saat saya sedang jauh dari rumah. Really worthed. Pada saat masa libur, tentu banyak ulah, banyak kritik, maksudnya banyak hal yang saya kritik, sering mengoceh dan banyak hal lainnya. Sekarang sudah menunjukan pukul 23.08 WIB, dan sejak saya berada di rumah, setiap hari saya bisa benar-benar tidur diatas jam tersebut. Ngantuk ? Tentu. Tapi saya punya alasan yang mungkin cukup konyol agar waktu untuk saya memejamkan mata bisa seminimal mungkin. Kenapa? Well, I thought that quite simple matter. Pikiran gila saya menguaptarakan bahwa, saya tidak ingin membuang waktu saya terlalu lama untuk tidur, karena di setiap detik, menit atau jam, saya bisa melakukan sesuatu, sesuatu yang worthed, apa saja. Harap pemikiran tersebut jangan ditiru, karena sejujurnya saya mengakui itu sangat tidak baik. Ya, ketakutan saya hanyalah saya takut, apabila saya tidur lebih cepat, maka mungkin saja saya bisa kehilangan sebuah moment bagi saya. Moment yang bisa membantu mendongkrak semangat saya agar bisa bertahan hidup di area baru. Area yang saya cukup tidak suka, uncomfortable. Saya hanya tidak mau kehilangan waktu, itu saja. Tapi memang, tubuh seharusnya diberi waktu istirahat, karena itu memang sudah menjadi hak. Karena itulah, pikiran saya yang tadi tidak recomended. Tapi bagi saya pribadi agak berat. Hmm.. well, jika anda adalah seorang yang sedang atau akan jauh dari tempat tinggal dan keluarga, mungkin anda juga merasakannya.

Sunday, 20 October 2013

SCAR

Kemarin, Sabtu 19 Oktober 2013 saya hadir di suatu event sosial bertemakan "Sehari Bersama Anak Difabel/Autis". Tidak ada yang salah dengan event ini, malah sebaliknya, ini event yang baik untuk dilaksanakan. Yang jadi masalah adalah pada diri saya. Beberapa anak autis usia dibawah 10 tahun hadir dalam acara tersebut. Sampai disini belum apa belum tertebak dimana letak permasalahannya ?
Well saya beritahu, saya bukan tipikal orang yang bisa luwes menghadapi anak-anak. Saya kaku, tidak terlalu menyukai anak-anak dan parahnya saya adalah bagian dari panitia yang menyelenggarakan acara tersebut. Perfect sudah, saya bingung apa yang harus saya perbuat.

Saya menyadari kalau saya bukanlah sosok protagonis, mungkin, kecuali orang beranggapan lain. Lebih tepatnya mungkin condong kearah sosok yang antagonis, tapi bukan dalam artian yang negatif. Kemarin dengan amat sangat jujur, 10.000% saya telah berusaha semaksimal mungkin mengeluarkan 'sementara' rasa tidak suka saya terhadap anak-anak dan mencoba tersenyum lebarrrr menyambut mereka. Saya cukup berhasil, setidaknya saya bisa bermain dengan mereka dan tidak menyebabkan seorang anakpun cidera (gara-gara saya). 

Sebelumnya saya juga sudah pernah membahas mengenai hal ini. Rasa tidak suka saya terhadap sosok anak kecil. Rasa tidak suka yang cenderung mengarah kepada rasa takut. Hal ini terjadi mungkin lebih banyak karena didalam memory yang terekam oleh otak saya, bahwa menjadi anak-anak itu menyebalkan dan menyeramkan. Intinya hampir sebagian besar ingatan yang saya rekam saat masih kanak-kanak adalah ingatan yang katakanlah "sangat tidak layak untuk diingat" dan berbekas sampai sekarang. Ketika saya dihadapkan dengan sosok anak kecil, seakan memory-memory itu muncul kembali. Menyedihkan bukan ? Seakarang, terserah anda mau tertawa, menggangap saya lebay mungkin, atau menganggap saya terlalu melow drama. That's up to you, tapi itu yang menjadikan 'anak kecil' adalah sumber permasalahan bagi saya pribadi.

Tuesday, 1 October 2013

KEBODOHAN HIDUP



Balik ke rutinitas semula, dimana segala kejenuhan, boring, happy dan masalah-masalah lainnya bertemu di satu titik, kuliah. Balik ke rutinitas semua, ya, karena sebelum ini gue ngelakuin hal yang bisa dibilang cukup ekstream itupun kalau masuk ke kategori hal-hal gila yang dilakukan mahasiswa baru. Hal itu gue ceritain nanti deh. 01 Oktober 2013, tanggal yang sama dengan kejadian GSTOK meski beda jaman. Hari ini gue fix telah melakukan hal bodoh nan ceroboh lainnya. Masih terkait serangkaian acara ospek jurusan. Jadwal hari ini adalah debating. Sama halnya dengan acara debat lainnya. Meski acara kali ini gak formal-foral banget tapi aturan mainnya kurang lebih sama. Ada pihak pro dan kontra, ada mosi debat, juri, emosi, sanggahan dll. Hal bodoh yang gue maksud adalah lidah gue yang kepleset bawa-bawa agama. Entah ini udah masuk ke SARA atau bukan, saat gue nanya ke pihak lawan "Anda muslim apa bukan ?". Hari ini hari emosi, fokus gue pecah berkeping-keping, meski kepingannya gak kecil-kecil banget. Kalimat tanya itu sebenernya gak banget gue utarain, dan entah kenapa keluar gitu aja, meski maksud gue gak kesana. Akhirnya beralibilah gue, masukin hal yang sebenrnya gak patut diomongin. Ya alhasil di akhir kena tegur juri. Hal beginian sebenernya sepele, sepele banget kalau misalnya lo lagi bisa fokus. Dan justru karena hal ini hal sepele, yang menjadikan tamparan buat gue. Hal beginian aja gue gak bisa fokus, apalagi yang lainnya. Debat kali ini amuradul, omongan gue gak pake kerangkeng, ini salah, banyak yang salah. Entah gue terlalu menganggap sepele atau pure karena faktor deg degan. Emosi kayanya buat hari ini lagi mendominasi, banget. Dari emosi yang gak ngehasilin manfaat, malah kebingungan. Bingung tadi gue ngomong apa, mikir apa dan ngapain.

Saturday, 14 September 2013

Seperti apa Jakarta

Gue gak bermaksud mau nyinggung masalah perihal kota Jakarta. Cuma pengen sharing atau entah disini mungkin lebih cocok gue nyebutnya pertanyaan absurd. Tadi gue ada event di Kota Tua Jakarta. Gue naek kereta turun di stasiun Jakarta Kota, dan itu hal yang lumrah. Yang jadi permasalahan adalah kejadian sesudahnya. Gue dan rombongan jalan menuju ke Museum BI dengan rute jalan kaki menyisir trotoar, karena jaraknya lumayan deket. Di tengah jalan gue udah mulai gak konsen, sendal gue selip dan alhasil gue jalan sempoyongan dan hampir jatoh. Tapi untungnya gue keburu megangan ke pager. Disitu ada anak SD yang ngetawain gue, bodo amatlah. Gue langsung reflex nyamber temen gue. Temen gue tanggap, trus negur tuh bocah. Beberapa detik kemudian itu bocah SD nanya ke temen gue, "Mba, itu (gue) dari kampung ya?". Temen gue ngreplay, "Iya, kampung sunda, dari Bandung". Udahlah tuh bocah pada pergi. Next temen gue bilang kaya gini, "lo kenapa ?". Gue jawab, "lagi gak konsen, sendal gue nyelip, makanya hampir jatoh, untung kaga jadi". Temen gue ketawa dan nyeritain lagi ke gue apa yang anak SD tadi bilang dan dengan penambahan, "Ya gue iyain aja pas mereka nanya, dari kampung ya? Soalnya kalo orang Jakarta gak mungkin kaya gitu". 
 
Nah sekarang udah mulai ngerti kan apa yang jadi pertanyaan dan hal yang bikin gue gak ngerti ? Gue list deh :
1. Temen gue bilang ke gue kalo "orang Jakarta gak mungkin kaya gitu". Emang orang Jakarta gak pernah 'gak konsen' waktu lagi jalan ?
2. Emang orang Jakarta gak pernah selip waktu jalan kaki ?
3. Emang orang Jakarta gak pernah jalan sempoyongan ?
4. Emang orang Jakarta gak pernah dapet accident yang 'hampir' bisa bikin hal yang memalukan
5. Sebegitu superkah sendal orang Jakarta sampe bisa bikin 'gak akan' pernah ada yang 'selip' dalam perjalannya meskipun yang pake atau saat mereka jalan dalam keadaan yang lagi nggak banget.
6. Emang gak ada ya satu pun orang Jakarta yang 'gak pernah' selip, kesandung atau jatoh pas lagi jalan.
7. Kalo misalnya ada orang yang situasinya kaya gue dan status dia di KTP adalah domisili Jakarta. Berarti secara harafiah dia sebenernya bukan orang Jakarta dong ?
8. Emang orang yang disebut orang Jakarta itu kaya apa dan kaya gimana ?

Sorry gue gak bermaksud rasis disini. Ini cuma segelintir hal sepele yang cuma jadi 'rasa penasaran' buat gue. Ya tapi emang sih rasa penasaran yang juga butuh pencerahan atau secercah jawaban. Soalnya untuk beberapa tahun ke depan gue berdomisili di daerah deket Jakarta broh. Jadi otomatis bakal sering banget tuh ada hal yang pastinya mengharuskan gue buat berinteraksi dengan daerah-daerah seputaran sini, termasuk Jakarta. Tentu gue pengen dong termasuk warga yang beradab dan 'normal', akur dengan budaya daerah sekitar. Masa cuma gara-gara jalan kaki trus selip ntar gue malah di daulat 'bukan bagian dari Jakarta'? Lah, gue kan sekarang deket-deket situ, masa iya wkwkwk..

Thursday, 12 September 2013

MABA !!!

Udah dibilangkan kalo status gue sekarang ini masih mahasiswi baru, masih semester 1 coy! ^^ Dimana ? Ya di Universitas. Ada nih beberapa kegiatan yang baru di event yang diadain akhir-akhir yang sempet gue potret. Nah dari situ deh lo bisa tebak, gue ini mahasiswi mana sih.









Foto-foto itu pas lagi ada acara wisuda, nah yang pake jakun itu maba lagi pada paduan suara ngiringin di acara wisuda. Well well, tadi sempet ada word 'jakun' kan, nah udah tahu dong yang punya jakun itu universitas mana :)
Acaranya udah lama sih, beberapa minggu yang lalu. Tapi yang jelas di hari itu gue bener-bener seneng, bahagia dan have fun. Karena dapet konsumsi banyak wkwkwk...
Selama gue jadi camaba sampe maba, itu adalah salah satu event yang GREAT diantara serangkaian great event lainnya. #UI

Monday, 2 September 2013

ALUR

Gak perlu dijelasin lagi kan apa definisi dari 'alur' ? Tapi gue ngomongin alur disini bukan ngomongin yang mengarah ke dunia film, teater, cerpen kaya gitu-gitu kok. Cuma pengen ngeshare alur kehidupan gue yang kalo dipikir-pikir.. lumayan baku. Satu hal sih, mungkin bukan cuma gue doang yang ngerasa, tapi pernah gak lo pikir atau nebak 'oh hidup gue bakal kesini nih', 'gue nantinya bakal jadi anu, jadi A atau B' ? Pasti pernah. Nah gue juga gitu. Tapi yang gue maksud alur kehidupan yag lumayan baku itu, ya... dipikir-pikir hidup gue middle aja dan itu bosen. Disini gue lebih mau ngomongin ke arah status sosial dalam masyarakat sih, tapi bukan soal kasta-kastaan.
Gue ambil contoh satu kejadian deh. Di suatu tempat, kelompok atau lingkungan yang gue datengin, pasti gue lebih banyak ambil peran middle. Maksudnya middle disini itu, posisi lo aman tapi sebenernya mengkhawatirkan. Aman, karena gue gak masuk ke posisi dimana seseorang itu jadi penguasa dalam satu kelompok dan dia sering dijatohin dari belakang bukan juga posisi paling bawah dimana seseorang bisa diinjak-injak. Mengkhawatirkan, karena ya posisi gue kebanyakan di situ-situ aja, gak ada move on nya. Iya emang bukan posisi terbawah atau terasing, cuma itu posisi yang plain.
Di posisi ini lo bisa aja di denger, dengan catatan suara lo harus lebih keras dan punya makna dibanding yang lain. Lo bisa aja dipandang kalo lo udah nunjukin atau ngelakuin sesuatu yang 'wow'. Tapi kalo lo datar-datar aja, sama aja lo kaya orang asing di negeri sendiri, alias ada tapi gak dianggap ada. Emang sih semua itu gak selalu gue rasain, cuma 'kebanyakan' kejadiannya begitu. Yang penting emang gimana kita adaptasi sih. Tapi adaptasi yang kaya gimana dulu. Gue gak mau kalo 'adaptasi' dalam praktek nyata malah ngerubah gue jadi seseorang yang lain atau malah ngebuat gue punya banyak topeng. Yang kaya gitu bukan adaptasi, itu pemaksaan jati diri cuma karena pengen diakui.

Wednesday, 28 August 2013

Selamat datang dunia keras ! Saya menyambut anda .

Tuntutan hidup, atau lebih sadis lagi kalau dibilang perjuangan bertahan hidup. Ini tahun pertama gue jadi seorang mahasiswi. Alur kehidupan yang keras kayanya bakal dateng ke kehidupan gue sekarang ini, cepat atau lambat. Tapi kayanya udah mulai kerasa. Dimulai dari kehidupan sehari-hari yang biasanya jadi anak rumahan, sekarang jadi anak asramaan. Gue kuliah di universitas yang katakanlah 'wah' di negeri ini. Tapi sejujurnya dari segi innernya gue belum nemu, 'wah'nya dari mana. Yang sering gue liat itu baru dari segi outlooknya doang. Kehidupan jadi seorang mahasiswi itu beda banget. Bener apa kata orang, jaman lo SMA itu bukan apa-apa kalau dibanding ntar lo jadi anak kuliahan.
Disini kita harus bener-bener bisa survive, dalam segi apapun dan dimanapun. Baik itu pake jati diri lo ataupun lo harus berubah jadi sesuatu yang lain, pokonya survive. Kalau pengen lulus tepat waktu terus dapet prestasi ini itu, ada banyak pengorbanan yang mesti lo lakuin, dan balik lagi ke sejauh mana lo bisa survive. Tapi alangkah lebih baiknya kalau lo bisa tetep jadi diri lo sendiri, itupun kalau bisa. Sejauh ini, gue udah liat banyak tipikal orang yang rela berubah demi 'diterima' di lingkungan mereka sekarang. Itu gak salah, hak tiap orang buat berubah. Tapi yang bikin gue mikir adalah itu perubahan yang gak terlalu perlu.Gue sempet mikir juga, serasa pengen buat berubah. Ngebentuk image baru, meskipun itu bukan diri gue ya.. pokoknya gue bisa masuk, diterima atau bahkan lebih baik lagi gue bisa jadi someone disini. Tapi.. pasti selalu muncul tapi dan tapi. Semakin gue maksa buat berubah jadi sesuatu yang lain, hasil yang ada ntar gue malah jadi maskot. Maskot yang dalam artian cuma jadi objek buat dieksploitasi. Gue tipikal orang yang benci diatur, dalam artian bukannya gue benci peraturan, tapi gue benci kediktatoran dan orang yang sok jadi diktator.
So far, gue jadi lebih diem daripada jaman-jaman waktu SMA, kurang tau juga kenapa. Salah satu hal yang jelas gue masih belum bisa welcome sama keadaan disini. Gue udah beradaptasi sama lingkungan, tapi buat menyambut orang lain masuk di kehidupan gue, gak semudah itu. Kepercayaan itu hal yang mutlak. Disini individualisme kerasa banget, buat mental yang gak sanggup bertahan, gue jamin bentar-bentar lo bakal nangis meskipun itu dalam diam. Gue kaum urban disini, gue bukan orang sini sebutlah gue cuma orang asing yang pengen melihat dunia, pengen jadi seseorang, dan disinilah gue mulai. Nyari siapa gue sebenernya dan bakal jadi apa gue nantinya.
Bukannya sok tau atau sok berani. Tapi ini yang gue rasain, ini yang gue alamin dan ini belum semuanya gue ceritain. Fisik, mental, materi, hal mutlak yang perlu lo pegang disini. Fisik lemah, lo mati. Mental payah, lo mati. Soal materi, selain jadi kebutuhan ini juga keharusan. Gue gak becanda, bukannya ngegampangin soal ini. Gue anak beasiswa, full beasiswa malah. Tapi ini sama sekali gak ngejamin lo bisa bertahan, kalau lo diem aja. Perlu ada sesuatu tambahan yang bisa bikin lo tambah survive. Satu hal lagi, kalau misalnya lo punya backup pendukung saat lo lagi down atau stress, itu juga sangat amat perlu. Misalnya seseorang yang selalu dukung dan ngasih semangat lo disini, itu nilai plus, bonus tapi juga keharusan. Kuliah itu katanya nyantai. Tapi senyantai-nyantainya kuliah, gimana pinter-pinternya lo nge-manage supaya bukan cuma kuliahnya aja yang bisa nyantai, tapi lo juga bisa ikutan santai.

Sunday, 26 May 2013

Ini jurusanku ! Jurusanmu ? ^^

Hari ini, jam ini, menit ini, dan detik ini kita (siswa siswi SMA kelas XII se-Indonesia) lagi dagdigdugnya nunggu pengumuman SNMPTN besok, Senin 27 Mei 2013 pukul 18.00 (katanya). Gue pasti termasuk di dalamnya, tapi gak degdegan banget sih, soalnya gue udah punya pegangan di POLBAN, hhe~
Gue daftar SNMPTN ke UI sama UNPAD masing-masing sama, jurusan sejarah. Iya deh iya, pasti pada tanya, "kenapa sejarah ?", "emang bisa kerja apa nanti di jurusan sejarah ?", "masa depannya gimana itu ?", "apa segitunya pengen masuk UI sampe bela-belain masuk jurusan sejarah ?".
Dari awal gue udah tekad ke kedokteran hewan (tapi gak kesampaian deh). Nah lanjut ke Hubungan Internasional, tapi ya.. entah deh. Well then, gue pilih sejarah, karena basicnya gue suka sama sejarah. Ya mikir juga nanti kerja gimana kalo di jurusan ini. Gue juga udah riset kok, jurusan ini (katanya) cukup susah buat cari kerja.
Nah, makin kesini, kemaren-kemaren niat gue sempet agak-agak goyah tuh, antara hasil dalam artian dapet kerja atau pendidikan. Ditambah gue juga kan udah keterima POLBAN, yang notabene katanya gampang buat dapet kerja. UI, jurusan sejarah, nantinya bakal jadi apa ? Sejarawan ? Entah sih, waallohualam. Tuhan yang tahu, Tuhan yang ngasih jalan. Ya udah sih, gue yakinin, buletin tekad sama niat, disini gue pengen belajar, pengen nyari ilmu, pengen ngembangin potensi. Apapun nanti hasilnya, pasti yang terbaik. Dan gue pasti dan harus ngelakuin hal yang terbaik pula. Gak cuma skala nasional, tapi tunggu nama saya terkenal di skala internasional. Jadi orang sukses tentunya, aminn ya robbal alamin........... ^^

Thursday, 4 April 2013

A Project, For Ever ..!

Di semester akhir ini, SMA ini, gue ada satu project ya.. lumayan bikin nguras otak sama tenaga sih, bikin film. Film dokumenter simple tentang kelas, temen-temen, guru-guru, sekolah, kaya gitu-gitu. Materi yang dibutuhin belum nyampe setengahnya sih, abis banyak, lumayanlah. Ada saat-saat pas gue lagi ngumpulin bahan, ngewawancarain orang, nge-stalking orang, kepoin temen gue, saat itu.. banyak hal konyol, nyentuh juga, yang kejadian.
Pas tadi sore, gue ke rumah temen cowok gue. Dia juga minta tolong ke gue buat ngebantuin dia bikin surprise buat mantannya yang bulan depan ultah. Yap, ceritanya bikin film lagi, dan akhirnya gue dapet double job. Gue ke rumahnya, gue sendirian, cewek sendiri di rumah cowok, dan itu ada 3 cowok. Lebay, hahah. Ya gak papalah, wong mereka temen gue kok ya, dan di rumah temen cowok gue itu, pintunya di buka kok, plus kita juga ada di ruang depan. Ok, skip! Lanjut, nah, gue bawa laptop kan tuh, mereka buka-buka file, materi-materi gue buat bikin film ya gak papalah mereka liat. Kita ketawa-ketawa bareng, lucu aja, liat temen kita atau bahkan diri kita masing-masing yang emang dalam moment tertentu *sengaja* gue rekam dan filenya masih ada, kita liat satu per satu.
Salah seorang temen gue bilang gini, "Sedih ya kalo liat yang beginian, video kita lagi kaya gini, dulu kaya gitu ya, sekarang udah gak bisa". Aduh! Itu kalimat masih cukup ngebuat gue kepikiran sampe sekarang. Oh iya ya., emang sedih kalo diinget-inget masa-masa nakalnya gue dulu pas tingkat 1, 2 atau kemaren-kemaren. Nah sedangkan sekarang udah gak kerasa banget, 1 minggu lagi UN, semoga lulus, amin!!! Dan setelah itu kelulusan, dan kita bakalan pisah, semuanya pasti bakal pergi ke tempat yang mereka pengen, kuliah di kota ini, kota itu. Hmm.... Dan, udah gak akan bisa lagi kita ngerasain atau ngelakuin gimana diri kita pas lagi gila.
Makanya di project gue kali ini, gue pengen bener-bener garap serius. Gue pengen ini jadi masterpiece, gue pengen film ini jadi kenangan kita. Disaat nanti gue udah gak bisa bareng lagi sama kalian, dengan film yang gue buat ini, semoga kalian bisa inget terus sama gue, bisa inget terus sama ikatan kekeluargaan, persahabatan Soc3, selamanya :)

Friday, 29 March 2013

Gue....

Jadi rindu gue yang dulu. Gue yang waktu SD, waktu SMP, apa kabarnya ya ..
Dulu gue yang kutu buku akut, gak terlalu suka sama cowo *tapi gue masih normal kok, disini bukan gak suka lantas gue jadi lesbian, tapi cuma gak suka*, gue yang dulu addict banget sama yang namanya kucing *sampe sekarang sih*, yang dulu bangornya gak ketulungan, yang gak pernah kelewat tiap hari lari pagi dari jam 5 sampe jam setengah 6, yang gila banget sama air *seminggu bisa kali gue renang 6 kali, dari pulang sekolah jam 2 sampe jam setengah 5*, gue yang cuek banget sama apapun, gue yang gak pernah REMED dalam pelajaran apapun, gue yang punya banyak keasyikan, gue yang jahil, gue yang addicted banget sama anime, gue yang kaya gini, gue yang kaya gitu, sekarang...... srasa udah mati.

Tuesday, 26 March 2013

HIM......


who's this...................?????????????????

DAPET FOTONYA YANG REAL ITU SUSAAH !!
yahh.. meski cuma dari belakang, it's okay, okay ?
Guess who's the guy in the picture above ! ^^
I bet you all know who he is, check ?
sstttt.. he is November



Saturday, 23 March 2013

Outlook itu... Nipu, bisa nipu .

"What's the center of you ?"
Pertanyaan yang cukup kecil buat ukuran Santa Claus yang extra size, but extra worth, instead. I've got that from an amazing movie, full of wonder and hope, The Rise Of The Guardian.
Intinya, apa yang jadi pusat diri lo. Apa.. itu.. orang yang kalem? periang? manja? sensitif? penyayang? pemarah? hm..?

Dibalik raga yang kuat, terdapat jiwa yang sehat, itu kiasan, intermezo. Yang gue pengen bilang itu.. Dibalik sifat yang kuat, tapi di dalam...?
Seseorang yang punya perangai buruk, awful, sensitif, pemarah, angkuh, galak, sombong, judes, manja, periang, manis, pendiam, bisa jadi kebalikan kalo the center of their self still hiding. I'm not a filsuf, but I've got this one.

Dulu gue pengen, bukan pengen juga sih, tapi.. seenggaknya tertarik jadi seorang psikolog, in my future. Tapi setelah dipikir, um.. kayanya kurang tepat. Well, katakanlah buat jadi seorang psikolog itu mesti extra sabar dan ikhlas. Sabar ngadepin permasalahan orang dan ikhlas kalo susah nyari orang yang bisa ngedengerin masalah kita sendiri. That's it! Saat gue jadi seorang psikolog, gue harus menerima apapun kan? Apapun, meski itu harus berkorban waktu dan perhatian. Disaat orang butuh akan advise atau seorang pendengar, kita harus siap disana. Tapi disaat kebalikan, disaat gue ada di posisi sebagai orang yang butuh advise atau seorang pendengar, where should I go ?

Mungkin pikiran, ya cuma pemikiran yang kurang logis dan childish. Tapi, enggak, gue belum siap.
Disaat orang butuh seorang pendengar, a hero to solve their problem, I should be there and being a strong person and uses. But inside? Do I really have a strong personality ? No one know, but my appearance look like said that "I must be a strong person". A simple matter :)

The problem, what has made me so confused is, I'm 17th years old, a highschool student, already grew up but.. still doesn't know, what's the center of me. Are you ?

Friday, 22 March 2013

HI NOVEMBER...........

Someone.....


Makasih karna udah bangunin pas aku minta tolong bangunin
Makasih karna udah ngucapin selamat pagi dan selamat tidur selama ini
Makasih karna ngingetin aku waktu sholat
Makasih karna udah mau nganterin ke sekolah sama ngejemput juga
Makasih udah nlaktir ice cream sundae rasa coklat waktu itu
Makasih udah mau nemenin jalan waktu lagi stress banget menjelang US
Makasih udah mau nemenin sms-an pas aku lagi bete
Makasih karna kamu, aku dapet banyak pengalaman baru
Makasih buat kesabaran kamu, sampe sampe telat dateng ke sekolah
Makasih karna udah sabar ngadepin aku
Makasih udah mau ngasih nasehat saat aku lagi down
Makasih udah mau jadi partner gombal gombalan
Makasih udah ngelus kepala aku, seneng deh :) 
Makasih udah nemenin selama 4 bulan ini dan semoga berlanjut..
Makasih karna udah bikin hidup aku gak sepi kaya dulu lagi
Makasih buat segalanya........

 Whenever and wherever you are, you know...................... ^o^

Ini bukan puisi, bukan sajak, lirik lagu, apalagi cerpen, ini cuma ungkapan sederhana dari seseorang yang sangat berterimakasih karena dalam hidupnya Tuhan udah ngasih kesempatan buat ngerasain hal-hal yang gak biasa.




Tuesday, 1 May 2012

Just call me like "Frontalism" . Because it was in fact -


Gue nulis kaya gini mungkin karma gue udah terlalu enek ngadepin seorang oknum yang seyogyanya harus mengayomi, tapi faktanya malah bikin gue mati rasa secara gak langsung. Gue gak ngarepin tanggapan apa-apa, cuma mau ngeluapin dong. Well, karna kalo curhat gue malah jadi ngomong ngelantur, so lebih baik ditulis aja.

You know, gue sebenernya ngehargai apa yang namanya jadi ‘guru’, seorang gurulah. Tapi rasa penghargaan gue sekarang kayanya udah buyar. Temen-temen gue banyak yang pengen jadi guru, well it’s fine karena kalo nantinya mereka jadi gurupun, mereka kaga bakalan ngajar di era gue.
Sebutlah gue murid durhaka, no problem, toh gue juga gak butuh title yang nunjukin kalo gue penjilat seorang guru. Bukannya ngeremehin profesi ini, tapi come on ! Jaman sekarang apa sih yang nggak pernah jadi permasalahan. 

Gue hidup hampir 17 tahun dan ngalamin macam-macam masa sekolah, dari TK sampe SMA. Banyak pengalaman, banyak pemikiran yang udah gue lihat dan gue dapet.
WOW ! Gue baru dapet pemikiran dan perbandingan kalo Oh ternyata kaya gini ya, kaya gitu ya.
Gue sekolah dari TK sampe sekarang bisa dibilang di sekolah yang cukup punya nama baik di kota, provinsi dan mungkin nasional. Tapi fakta yang gue dapet, semakin tinggi title sekolah, semakin tinggi juga egonya.

Barusaaaaan aja, hari ini banget ada seorang guru yang bilang ke gue sama temen-temen di kelas “Kalian itu harus ngertiin guru, bukan guru saja yang harus ngertiin kalian” yaaa garis besarnya kaya gitu.
Tapi hellooooooo…. Ngelirik era sekarang gitu, system persekolahan, antara guru dan murid itu sekarang malah lebih mirip kaya kontrak jual beli. Ya, gue sekolah lama-lama cuma buat beli ijzah doang, sekiranya kaya gitu. Dan tahap pembelajaran itu kaya apa ya, kaya gue lagi lunasin hutang gue aja ke pegadaian ”sekolah”.

Dan kalo ada orang yang mikir frontal soal sekolah, pasti yang bersangkutan ngejawab ”Lah, kenapa begitu, wong orang tua anda sendiri yang mendaftarkan anda ke sekolah ini” ya pasti gitu, karna gue sendiripun udah denger. Dan tahu apa yang gue bakal jawab ”Lah, kalo gitu juga, kenapa anda nerima saya?” dan jawabannya pasti ”karna iuran” haaaah..

Perbandingan kinerja tenaga pengajar ini, ohoho.. memprihatinkan. Meski banyak penghargaan guru teladan, tapi di kenyataannya, yang ngenilai guru teladan itu kaga pernah lihat ngajar secara langsung, pasti ngelihat pertimbangan dari data dan opini masyarakat atau sesamanya.
Okelah, ambil contoh misalnya si murid dari seorang guru pada pinter semua. Tapi gue gak yakin deh. Tahu kan ada quote yang bunyinya ”Hormatilah guru” blablabla gue lupa kelanjutannya, jiaah kalo kata gue sih ini ”Kadangkala ada guru yang harus dihormati”, nah itu baru bener.

Kalo disuruh harus hormat, gue lebih milih dan lebih ingin ngehormatin gueu TK atau guru SD. Well, saat jaman TK atau SD itu jaman-jamannya gue lagi bocah, gue lagi goblok banget gak bisa ngapa-ngapain dan gue bisa tau baca, nulis, ngitung yang ngajarin guru TK sama guru SD. Selebihnya... cuma sampingan dan penerapan.


Wednesday, 18 April 2012

[Fashion] Yang bikin ribet itu mode atau sang pemakai (?) (•͡. •͡)

Gue bukan orang yang tergolong pinter dalam fashion. Kalo ada acara yang nuntut gue untuk berpakaian layak, yah setema sama acaranya, kadang gak ngeh, solusi terakhir mending gue gak pergi. Lebih enak diem di rumah, seenggaknya waktu minum teh gue gak keganggu di hari itu. Itu gue dulu, hm.. tapi mungkin sekarangpun masih sama, yang beda cuma sekarang gue jadi lebih sering ngelirik kaos yang bolong lehernya lebar, rasanya lebih adem. Hohoho. ( ´▽`)

Gue suka fashion, tapi gak tertarik buat ngejalaninnya. Tiap waktu fashion dimana pun bagi gue sungguh hal yang ribet. Satu saat gue penasaraan juga gimana kalo pake baju-baju yang lagi trend di masa itu *prinsip nyokap gue*. Tapi kembali tersirat di akal gue itu pembodohan.  (•͡. •͡)

Satu waktu gue sama rombongan study tour sekolah sempet ngadain kunjungan ke ITC di Jakarta, katanya buat waktu belanja. Oh my my .. pertama masuk di pintu depan udah banyak barang yang bercecer layaknya sampah. Di lantai berikutnya sampai ke atas pemandangannya baju-baju pada digantung di etalase, dari mulai mode jadul sampe modern ada, dari fashionable sampe yang GAK banget pun ada. Tapi dari jutaan pilihan di tempat yang segitu gedenya, sama sekali gak ada yang bisa nyuri secuil dari ketertarikan gue, di mata gue semuanya odd. Itu satu dari banyak kejadian pemilihan fashion selama 16 tahun gue hidup di dunia.

Terlalu glamor, terlalu ribet dan sungguh terlalu kalo gue disuruh harus pake baju gituan means dunia gue END
(✖╭╮✖)

Yang ini lumayan, hati gue masih bisa santai, tapi sayang pikiran gue pasti mati
(¯―¯٥)

Jelas kalo yang ini pembunuhan karakter
ε=ε=┏( '__')┛

Kalo di sekolah ada ujian fashion, gue lebih milih nangkring di WC meski makan waktu berjam-jam. Entah selera fashion gue yang terlalu langka atau kelewat aneh kali, dunno. Tapi kalo dibikin percentage, bisa disimpulin kalo dari seribu pakaian atau celana yang dipampang depan muka gue, mungkin cuma satu pasang yang pasti bakal gue pilih. Alasannya karna mungkin gak ada pilihan lagi atau baju itu emang bener-bener udah sehati sama gue.  (⌣_ ⌣!!)

Yang ini artinya gue bener-bener mati akal dan mati rasa
(╥_╥)

Banyak faktor yang jadi pikiran gue dalam milih baju, apalagi style. Yang jadinya bikin gue males buat belanja. Dari mulai jenis bahan, kualitas bahan, warna, kenyamanan, brand, design, gambar, font, toko yang jual, pelayanannya, bentuk jahitan, elastisitas, kuat atau engganya bahan, size, style, berat ringannya bahan dan yang paling penting sehati enggaknya sama gue. Kalo pakaiannya gak masuk dalam standar pemilihan otak gue, precentage-nya 100% gue gak mau beli atau mandang tuh baju dan 0% gue mau nyentuh tuh baju. Hahah... ribetnya.
Kalo soal harga sih relatif, itu tergantung keadaan kantong gue aja. Tapi biasanya gue gak terlalu perhitungan soal harga. Yah kalo semua kriteria yang udah gue sebutin terpenuhi, 100% pasti gue beli tuh baju. Hohoho..
( ´▽`)

Tapi segimanapun, pilihan gue jatohnya pasti ke kaos juga. Thumbup ke salah satu brand favorit gue EIGER !!  (*^□^)八(^□^*)

Yah.. udah kebiasaan. Kalo diajak beli baju sama kakak atau nyokap atau siapapun eh ternyata udah berjam-jam dan banyak tempat yang dikunjungin masih belum dapet juga, last step pasti gue visit, coba liat-liat dan akhirnya beli di toko sport atau Eiger. Sampe saat ini yang 100% bisa nyolong perhatian gue cuma baru kaos sama kolor, tapi meski gitu soal kualitas gak pernah gue pandang sepele. Hohoho.. ( ´▽`)
Kalo gaya sih mending kaya ginian hm.. #eaeaea
( ´▽`)

Simple, tapi di mata gue keliatannya elegan
( ´▽`)
Dari pada dress yang kemungkinan besar *nyingsat*, mending kolor kaya ginian
( ´▽`)

Dan sampe detik ini pun, lemari gue isinya kebanyakan kaos oblong sama kolor hehehe..

Gue sempet pengen nyoba beralih keyakinan ke baju-baju kaya dress dkk.. tapi ternyata nyiksa, dress dimata gue bagaikan seragam neraka hm...  (✖╭╮✖)
Entah sampe kapan keyakinan gue akan fashion saat ini bisa bertahan. Ataukah satu saat faith gue bakalan fight sama style baru (?) sekali lagi dunno. (•͡. •͡)

Sebenernya gak masalah sih mau kaya apapun gaya lo, yang penting nyaman di mata sendiri dan gak bikin sakit mata orang. *peace  (◠‿◠)

What are you looking for..?

Keep Moving Forward with much idea and creation on your Blog...

Popular Posts

Author

Do you have an advice for this blog, call me.

Followers

Search Engine MarketingSubmit Express
WELCOME TO MY LITTLE WORLD, GUYS !!